adoh-adoh aku tekan pace
sagita ayo diamanke
yen wes aman joged asolole.."
akhir2 ini populer lagi gara2 orkes sagita, (Posted by 19.arema.87).
By. PoeT
Hahaha.. Pagi ini ak melakukan survey tentang soto terenak di jogja dari segi harga dan rasa. Dari 10 responden, hampir smuanya berbeda2. Ada juga yg tdk menjawb,ada juga yg bodoh, he3.
Demikian hasilny:
1. Soto Bagong.
(trletak di jl. Wates km 12,5 skitar daerah kalakan. ada 2 peminat mengatakn soto bagong enak dr segi rasa, tp segi harga menjdi tidak enak, alternatif mereka adalah soto degung dan soto ngarep kecmatan sdayu juga soto tukiyat yg trletak di jl. Gesikan km 1,1).
Maka soto2 ini *not recomended.
2. Soto Pak Marto
(yg pusat,atau di daerah taman sari) sotony emang enak bgt dan juga hrganya standart lah..
*recomended.
3. Soto Kadipiro I
(letak di jl. Wates,sblh timur SPBU kadipiro), katanya sich top markotop, tp dr segi harga sangat2 tdk dianjurkn buat anda yg brkantong celana pas pasan dan berkantong perut besar, krn selain mhl, porsinya juga cuman kayak mangkok dawet. Alternatif dari responden ini adlh soto pak wongso dpn Mc.D, Timur jmbt.gondolayu. Katanya sich enak.
Maka *kadipiro not recomended. *pak wongso perlu dipertimbngkn.
4. Soto Bu Cip
(letak wetan peremptn 40an,lor dalan, warunge kecil tp rame bgt). Soto yg sekarang di kelola oleh generasi penerus bu cip ini nampakny tdk seenak wkt masih di pegang bu cip sndiri. Dulu lbh enak, kata bbrpa orang. Skrng sich dr segi rasa memang diatas rata2, tp tetap tdk sepadan dgn harganya. Kalo boleh brpendapat sich msh mending soto pak marto. Jadi *not recomended.
5. Soto Sawah
(letak di daerah tegalrejo, bs ditempuh lwt mirgo ke selatan atau brt SPBU Kadipiro ke utara sblm rel kereta kanan jalan). Sotony memang enak, harga jg standart lah.. Tp alternatif responden ini adlh soto di jl.gajah mada, permata ke utara 1km, kanan jalan berupa PKL.. Hrga lumayan murah, tp untuk yg bngun siank bakal sulit makan di soto ini krn kalo siang uda g ada. Jadi untuk kedua soto ini * recomended.
6. Soto Senggol
(soto Senggol adalh nama yg penulis berikn untk sbuah kedai soto super minimalis yg trletak di deretan toko maliboro tepatnya sblh utara ramayana, kedai dgn ukuran 2x2 meter atau bhkn lbh lebar dr kuburan cina itu menjadikannya istimewa, dr kedai sekecil itu bisa muat kendi soto+bumbon+nasi+piranti soto+2meja mkn yg harus toleran krn saking kecilnya. Pokokny namany senggol karena saat mkn soto disana g mungkin anda g nyenggol orang lain. Dari segi rasa enak, harga juga g mahal2 bgt buat kelas bakulan di malioboro. Untk anda yg pencemburu dan ngajak pacar sangat dianjur untk tdk kesana, krn pasti anda bkalan cemburu da g jd nikmati soto saat kekasih anda disenggoli orang. Xixixi..
Jadi soto ini *recomended khusus untk soto lovers yg sedang main di malioboro.
7. Soto Lenthuk Mulyo
(letak di jl. Batikan). Rasanya mantap jaya, harganya murah, bisa minta balungan ayam untuk di krokoti juga, belum lagi lenthuknya itu lho, bikin nagih... Pokokny bakal kenyang dan puas makan disana. Hanya saja t4ny agak krng bersih namun setelah anda mencicip soto dan nglamuti balungan ayam disana pasti anda akan melupakn t4 yg krng bersih itu. Ingat, rasa g pernah bohong.
Jadi *most recomended buat soto ini.
Demikian td pandangan kami brdasar survey yg kami lakukan. Catatan ini kami buat bkn untk mengiklankan soto2 td, ataupun juga bukan menjelek2an soto td, tdk juga untuk mempengaruhi pembaca skalian akan soto2 td.
Terserah bgaimana anda menyikapinya, yg jelas mari istimewakan jogja dari soto2ny juga..!
RTCB..
Best Regard,
Poe-T.
By. Poet
"Ingin ku tuliskan ceritaku ini di dinding kamar kalian agar kalian tau bahwa hidupku tidak seenak kalian, dan agar kalian tau seenak apa hidup kalian di bandingkan aku..! Tidak terlahir dari keluarga harmonis bukan cita2ku, perputaran roda kehidupan yang begitu cepat membuatku kehilangan kasih kedua orang tuaku. Mereka tidak mati, tapi mereka sudah mengingkarkan aku dalam janji2 cinta mereka, mereka telah melupakan kewajiban mereka padaku.
Mungkin sial bagiku, dengan paras ayu ku khas anak metropoltan, bahasa gue yang sedikit asing dibenak kalian, sehingga kalian dengan sadisnya menjudge ku. Aku bukan anak bergelimpang materi, aku bukan anak bermasalah yang dipulangkan kedesa, tapi aku tidak lebih dari gadis kecil yang terpaksa kabur ke kampung kalian ini demi pendidikan yang ingin kukecap. Bukan dengan diantar orang tua dan dengan limpahan uang kiriman dari mereka, tapi dengan 70 ribu yang kubawa, ak nekad berlari kekampung kalian ini.
Bukan dengan sambutan istimewa ak tiba disini, perjuangan hidup yang ak harus jalani di kampung kalian ini. Dengan belia usia kalian dulu mungkin kalian masih bermanja dengan ibu bapak atau mungkin kakak kalian. Tapi dibeliaku ini aku sudah mengalami hal yang mungkin kalianpun akan memilih berhenti menjalani hidup ini."
(#isi sebuah uwet2an kertas yang tak sengaja terbaca olehku di sebuah tas sekolah seorang gadis kecil)
Kenapa gadis ini meremat kertas yang aku tau pasti dengan susah payah di tulisnya? apakah mungkin ini berupa isi hatinya? atau hanya secarik kertas yang harusnya terbuang di tempat sampah?
Tanyaku terus menggelayut di benakku,mengingat uwet2an kertas yang telah kukembalikan di tas gadis itu.
Jangan2 memang apa yang kubaca tadi adalah isi hati anak itu? Namun tidak mungkin, anak itu selalu ceria, anak itu manja layaknya anak pada usianya, dia pasti dikirim kerumah kakeknya didesa ini karena pernah bermasalah di kota atau mungkin di sekolah dia yang lama. yach, pasti begitu. Penampilannya juga mentereng, khas anak kota, selalu nampak balutan baju2 mahal ditubuh mungilnya. Belum lagi sifatnya yang seperti itu, tidak mungkinlah kalo dia mengalami atau pernah mengalami masalah seperti itu. Itu pasti hanya karangan anak itu untuk memenuhi tugas di sekolahnya. ya pasti begitu. aku yakin.
Seminggu berselang sejak aku menemukan secarik kertas dalam tas anak itu. Kami bertemu di Gereja, mendadak ak teringat uwet2an kertas itu, mendadak aku ingat rasa penasaranku waktu itu. Ingin aku tanyakan masalah itu padanya, tapi ak urungkan niatku itu. Melihat senyumnya, tawa hangatnya, celoteh manja khas kotanya, dan berbagai emosi2 kecil khas anak seusianya langsung kembali meyakinkan aku bahwa pasti tidak setragis itu nasib anak ini. aku yakin.
"Teman..
Terima kasih telah menerimaku ditempat ini, kalian semua kakak2ku. Kakak2 yang belum genap 1 tahun aku kenal. Kakak2 yang suka mengejek adik kecilnya yang merengek ini. Ntah kalian mau bilang mau nganter galon kemana mas? (ketika ak memboncengmu), ambil beras darimana mas? (ketika aku mbonceng mtrmu) ak ga akan pedulikan itu, ak menikmati semua ini karena kalian kakakku. Lebih baik kalian yang seperti ini dari pada kalian yang melihat iba karena pengalaman hidupku. Mungkin dengan posturku ini kalian bisa mengejek'ku, tp itu selalu aku anggap sebagai ungkapan kedekatan kalian padaku, walo kalian menghujat, aku yakin kalian selalu memperhatikan aku. Aku janji, bukan tangis maupun ungkapan dendam akan jalan hidupku yang kalian lihat dariku, tapi senyum adik yang selalu merengek manja pada kakaknya. Aku janji"
Sebuah tulisan berbingkai orek2an spidol warna-warni khas anak kecil itu muncul di sebuah mading di greja. Ak terhenyak ketika membacanya siapa penulisnya, dengan judul "Janjiku Pada Kakak'ku". Seketika aku membodohkan diriku sendiri, seketika aku tersadar atas semua sikap ketusku pada anak itu selama ini, seketika aku tersadar atas semua gunjingan dan tanda tanyaku pada anak itu selama ini. Dalam hati ku saat ini hanya kata "maaf" yang ingin terucap dari bibirku...!
Sekarang aku tau kenapa kertas itu diuwet2nya...
Ternyata bukan hujatan dan dendam akan beratnya hidup yang dijalaninya yang ingin dia nampakkan pada kami,namun senyum keceriaan dan peneriamaan atas semua perlakuan kami yang dia bingkai indah dalam hatinya....!
#Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tokoh, setting lokasi maupun alur cerita itu hanyalah kebetulan semata.
RTCB.
Best Regards,
Poet.