Entri Populer

Minggu, 11 Desember 2011

Gadis Asolole

By. PoeT

"neng kene sagita asolole (asolole)
adoh-adoh aku tekan pace
sagita ayo diamanke
yen wes aman joged asolole.."
.........

Penggalan syair lagu "iwak peyek" yg kudengar ini kami teriakan bersama2, dengan nada asplak "asal njeplak" kami.. Lama kami meneriak'kan lagu ini sampai lagu di HP itu berganti dengan lagu lain. "asolole kie jane apa tha maksud'e?" celetuk salah satu diantara kami. Langsung dech semua menyatakan pendapat mereka masing2, ya tentu saja masih dengan suasana asplak tadi..! "asosiasi lont* lebay", "anak soleh lebay", dan masih banyak lagi asplak lainnya. Suasana itupun berlalu dengan dendangan2 lagu koplo lainnya malam ini.
Suasana ruangan ini mulai sepi, masing2 dari kami akhirnya pergi ke peraduan mereka masing2 untuk beristirahat. Sebenarnya pagi ini kami sepakat untuk menyaksikan laga El Clasico antara Real Madrid VS Barcelona, namun karena msh lama hingga waktu kick off, maka semua memilih untuk tdr terlebih dahulu. kubereskan semua sisa2 minuman kami dan kukembalikan meja perjamuan kopi ini sesuai semula. ak blm kuasa memejamkan mata,
Lama aku bingung mau ngapain, akhirnya aku OL, ku buka netbook dan krn penasaran dengan kata "asolole" tadi akhirnya aku cari apa makna sebenarnya dari kata td. Ternyata di situs pencari yang ku gunakan pun sama saja, kebanyakan juga asplak dari orang iseng tentang makna "asolole" tadi. Dari banyak asplak td aku menemukan sebuah pernyataan yang nampaknya menjawab tanyaku tentang arti atau maksud dari "asolole", demikian kata agan tadi "asolole adalah suatu ungkapan kegembiraan yang tidak mempunya makna, dan populer di kalangan pemuda jawa timur pada tahun 80-an,"

akhir2 ini populer lagi gara2 orkes sagita, (
Posted by 19.arema.87).

"Oalah.. itu tha artinya" celetukku dlm hati. Penasaranku berhenti sampai disitu krn aku menjadi lebih penasaran tentang laga El Clasico yang akan berlangsung beberapa saat lagi. Laga yang pasti berlangsung panas ini sudah pasti di nanti banyak pecinta bola. Panasnya laga kabarnya sudah terjadi semenjak jumpanya para wartawan, dari isu sang pelatih madrid yg diwakilkan agar tdk ngisruh seperti beberapa tempo dulu, hingga sejarah kedua tim yang memang selalu bersaing. Tak sabar kunanti laga itu.
Aku sendiri di dpn layar kaca ini, semua teman msh menghimpun tenaga diperaduan mereka. Sepi mulai menderaku, hingga tiba2 HPku berdenting, ada sms rupanya. Aku penasaran, siapa yang msh kober sms aku jam segini, jam dimana selayaknya orang sudah tidur..! Tak dinyana, ternyata dari seseorang yang sepagian td menemaniku, dia sambat tdk bisa tdr, dan ketika kutanyapun tak ada jwbn memuaskan darinya. Ntah apa yang dia pikirkan, tp yang jelas pasti ada yang tdk beres, cos tdk biasany dia begini. "Q pngn bs meremmm" isi sms gadis itu.

Lalu.......


#bersambung
(krn mendadak ngeblank dan sudah ga mood lanjut bsk yach...!


Jumat, 09 Desember 2011

Pilang

By. PoeT

Gemricik air hujan masih nyaring terdengar malam itu. Ketika dari kejauhan nampak olehku langkah ki Pilang yg tertatih tanpa alas kaki menahan laju sepedanya yg sarat muatan kayu bakar yg hendak dijualnya. Tutup plastik nampak disana sini menutupi muatan sepeda itu dan justru tak terlihat penutup yg tahan air menutupi badan ki pilang. Basah kuyup air hujan dini hari itu tak dapat menyirnakan semangat ki pilang dalam berusaha menjalani jalan hidupnya. Yakin aku bahwa sepeda itu sangat berat, krn ku lihat ki pilang smpai tak kuasa mengendarainya. Dan itu berarti ia harus menuntun sepeda sarat muatannya sejauh 10km, krn itulah jarak rumahnya degan pasar t4 dia menjual kayu2 bakarnya.

Ak terduduk didepan tempat ak dan teman2ku sering bermain badminton sambil teruz memandang ke arah ki pilang yg telah melintas didepanku. Dengan spontan ak berteriak degan logat jawaku yg kadang masih saja muncul walo ak telah 6tahun hidup di LA.

"pinarak ki..." seruku.

Dengan tanpa berhenti ki pilang menjawab dengan suaranya yang renta namun msh kurasa semangat di nadanya.

"matur nuwun den.. Sanes wekdal mawon.. Mangke ndak selak padang..!" jwb ki pilang semangat.

Awalnya tak kurasa apapun dari kejadian itu, ak msh biasa saja dan melanjutkan obrolan dan candaanku bersama teman2 badmintonku. Hingga akhirnya ujan reda pukul 01.00 wib, ak dan temen2 memutuskan untuk pulang walo msh agak gerimis. Ku kendarai motor grandq menembus grimis mlm itu, ak sengaja memelankan laju kendaraanq karena ak tak kuasa menahan dinginnya hawa malam itu. Sambil menggigil ak silangkan satu tanganku didepan dadaq untk sedikit menahan terpaan grimis di dadaq. Jalan memang sudah lenggang, ak yakin tak akan ada orang yg mau keluar dari rumah dan peraduan mereka dengan kondisi cuaca seperti malam itu kecuali karena ada kebutuhan yang amat mendesak lagi sangat.

Saat melintasi jalanan yang amat sepi, seketika itu pula anganku kembali melayang, terbayang sosok renta ki pilang dengan langkah tertatihnya mendorong sepeda yang sarat muatan kayu bakar yang akan dijualnya ke pasar. Ak terbayang ki pilang tanpa alas kaki, tanpa jas hujan ataupun pakaian hangat yang menempel di badannya berjalan menembus hujan dan dinginnya malam itu dengan penuh semangat menjalani pekerjaan dan yang mungkin dalam bahasa missionaris akan disebut sebuah "karya''.

Sesampainya dirumahpun sosok renta ki pilang belum juga sirna dari benakq, ak sengaja tidak langsung masuk ke dalam rumah, ak duduk di bangku yang ada di halaman rumah mewahku, ak duduk terdiam, membayangkan bagaimana jika itu ortuku, dengan nanar pandanganku jauh membayang kemana2.

Ak masih punya kakek nenek di boyolali, mungkinkah mereka disana juga berjuang layaknya ki pilang? mungkinkah sangu2 dari mereka yang ak habiskan untuk beli rokok, pulsa, minuman ataupun hal foya2 lain itu merek dapatkan dengan perjuangan layaknya ki pilang? Benarkah begitu? Atau jgn2 perjuangan yang lebih dahsyat lagi?
Belum sempat usai nanar tatapanku ak terbayang orang tuaku sendiri.. Mungkin mereka pun sesungguhnya haruz berjuang layaknya ki pilang demi ak, pendidikan dan masa depanku...!

Apa ak ini? Siapa ak ini? Apa yang telah ku perjuangkan untuk mereka? Ak hanya selalu menanyakan apa yang dapat ortuku berikan kepadaku, tanpa pernah bertanya apa yang sudah ku berikan pada mereka..!

Sudah semati itukah rasaku? Selama ini dimana aku.. Sampai2 nyrawungi atiku dewe pun ak tak sempat...!
Tanpa sadar ada yg membasahi pipiku...!

Tak tarasa badanku sudah basah kuyup ketika ak sadar bahwa ak masih di luar rumah dan masih gerimis, tambah lagi ak baru sadar bahwa ternyata sandalq tinggal sebelah..!

"Ooo.. Asu tenan og, ndene kw su, balekke sandalq.." seruku pada rosi anjingku yang sedang berlari menggondol sandalq!



TAMAT.

*cerita ini adalah fiksi belaka, bila ada kesamaan tokoh dan t4 itu hnyalah kebetulan semata.
Namun tdk ada salahny menanyakan pertanyaan2 dlm crta ini pd diri pembca skalian. Okey?
Smoga bermanfaat..!


Thx,
Best Regard,
POE-T.

Rabu, 07 Desember 2011

~tentang Soto ~

By. PoeT

Hahaha.. Pagi ini ak melakukan survey tentang soto terenak di jogja dari segi harga dan rasa. Dari 10 responden, hampir smuanya berbeda2. Ada juga yg tdk menjawb,ada juga yg bodoh, he3.
Demikian hasilny:

1. Soto Bagong.
(trletak di jl. Wates km 12,5 skitar daerah kalakan. ada 2 peminat mengatakn soto bagong enak dr segi rasa, tp segi harga menjdi tidak enak, alternatif mereka adalah soto degung dan soto ngarep kecmatan sdayu juga soto tukiyat yg trletak di jl. Gesikan km 1,1).
Maka soto2 ini *not recomended.

2. Soto Pak Marto
(yg pusat,atau di daerah taman sari) sotony emang enak bgt dan juga hrganya standart lah..
*recomended.

3. Soto Kadipiro I
(letak di jl. Wates,sblh timur SPBU kadipiro), katanya sich top markotop, tp dr segi harga sangat2 tdk dianjurkn buat anda yg brkantong celana pas pasan dan berkantong perut besar, krn selain mhl, porsinya juga cuman kayak mangkok dawet. Alternatif dari responden ini adlh soto pak wongso dpn Mc.D, Timur jmbt.gondolayu. Katanya sich enak.

Maka *kadipiro not recomended. *pak wongso perlu dipertimbngkn.

4. Soto Bu Cip
(letak wetan peremptn 40an,lor dalan, warunge kecil tp rame bgt). Soto yg sekarang di kelola oleh generasi penerus bu cip ini nampakny tdk seenak wkt masih di pegang bu cip sndiri. Dulu lbh enak, kata bbrpa orang. Skrng sich dr segi rasa memang diatas rata2, tp tetap tdk sepadan dgn harganya. Kalo boleh brpendapat sich msh mending soto pak marto. Jadi *not recomended.

5. Soto Sawah
(letak di daerah tegalrejo, bs ditempuh lwt mirgo ke selatan atau brt SPBU Kadipiro ke utara sblm rel kereta kanan jalan). Sotony memang enak, harga jg standart lah.. Tp alternatif responden ini adlh soto di jl.gajah mada, permata ke utara 1km, kanan jalan berupa PKL.. Hrga lumayan murah, tp untuk yg bngun siank bakal sulit makan di soto ini krn kalo siang uda g ada. Jadi untuk kedua soto ini * recomended.

6. Soto Senggol
(soto Senggol adalh nama yg penulis berikn untk sbuah kedai soto super minimalis yg trletak di deretan toko maliboro tepatnya sblh utara ramayana, kedai dgn ukuran 2x2 meter atau bhkn lbh lebar dr kuburan cina itu menjadikannya istimewa, dr kedai sekecil itu bisa muat kendi soto+bumbon+nasi+piranti soto+2meja mkn yg harus toleran krn saking kecilnya. Pokokny namany senggol karena saat mkn soto disana g mungkin anda g nyenggol orang lain. Dari segi rasa enak, harga juga g mahal2 bgt buat kelas bakulan di malioboro. Untk anda yg pencemburu dan ngajak pacar sangat dianjur untk tdk kesana, krn pasti anda bkalan cemburu da g jd nikmati soto saat kekasih anda disenggoli orang. Xixixi..
Jadi soto ini *recomended khusus untk soto lovers yg sedang main di malioboro.

7. Soto Lenthuk Mulyo
(letak di jl. Batikan). Rasanya mantap jaya, harganya murah, bisa minta balungan ayam untuk di krokoti juga, belum lagi lenthuknya itu lho, bikin nagih... Pokokny bakal kenyang dan puas makan disana. Hanya saja t4ny agak krng bersih namun setelah anda mencicip soto dan nglamuti balungan ayam disana pasti anda akan melupakn t4 yg krng bersih itu. Ingat, rasa g pernah bohong.
Jadi *most recomended buat soto ini.

Demikian td pandangan kami brdasar survey yg kami lakukan. Catatan ini kami buat bkn untk mengiklankan soto2 td, ataupun juga bukan menjelek2an soto td, tdk juga untuk mempengaruhi pembaca skalian akan soto2 td.
Terserah bgaimana anda menyikapinya, yg jelas mari istimewakan jogja dari soto2ny juga..!

RTCB..
Best Regard,
Poe-T.

Selasa, 06 Desember 2011

Pendewasaan Dibalik Senyum Si Gadis Kecil

By. Poet


"Ingin ku tuliskan ceritaku ini di dinding kamar kalian agar kalian tau bahwa hidupku tidak seenak kalian, dan agar kalian tau seenak apa hidup kalian di bandingkan aku..! Tidak terlahir dari keluarga harmonis bukan cita2ku, perputaran roda kehidupan yang begitu cepat membuatku kehilangan kasih kedua orang tuaku. Mereka tidak mati, tapi mereka sudah mengingkarkan aku dalam janji2 cinta mereka, mereka telah melupakan kewajiban mereka padaku.

Mungkin sial bagiku, dengan paras ayu ku khas anak metropoltan, bahasa gue yang sedikit asing dibenak kalian, sehingga kalian dengan sadisnya menjudge ku. Aku bukan anak bergelimpang materi, aku bukan anak bermasalah yang dipulangkan kedesa, tapi aku tidak lebih dari gadis kecil yang terpaksa kabur ke kampung kalian ini demi pendidikan yang ingin kukecap. Bukan dengan diantar orang tua dan dengan limpahan uang kiriman dari mereka, tapi dengan 70 ribu yang kubawa, ak nekad berlari kekampung kalian ini.

Bukan dengan sambutan istimewa ak tiba disini, perjuangan hidup yang ak harus jalani di kampung kalian ini. Dengan belia usia kalian dulu mungkin kalian masih bermanja dengan ibu bapak atau mungkin kakak kalian. Tapi dibeliaku ini aku sudah mengalami hal yang mungkin kalianpun akan memilih berhenti menjalani hidup ini."

(#isi sebuah uwet2an kertas yang tak sengaja terbaca olehku di sebuah tas sekolah seorang gadis kecil)


Kenapa gadis ini meremat kertas yang aku tau pasti dengan susah payah di tulisnya? apakah mungkin ini berupa isi hatinya? atau hanya secarik kertas yang harusnya terbuang di tempat sampah?

Tanyaku terus menggelayut di benakku,mengingat uwet2an kertas yang telah kukembalikan di tas gadis itu.

Jangan2 memang apa yang kubaca tadi adalah isi hati anak itu? Namun tidak mungkin, anak itu selalu ceria, anak itu manja layaknya anak pada usianya, dia pasti dikirim kerumah kakeknya didesa ini karena pernah bermasalah di kota atau mungkin di sekolah dia yang lama. yach, pasti begitu. Penampilannya juga mentereng, khas anak kota, selalu nampak balutan baju2 mahal ditubuh mungilnya. Belum lagi sifatnya yang seperti itu, tidak mungkinlah kalo dia mengalami atau pernah mengalami masalah seperti itu. Itu pasti hanya karangan anak itu untuk memenuhi tugas di sekolahnya. ya pasti begitu. aku yakin.

Seminggu berselang sejak aku menemukan secarik kertas dalam tas anak itu. Kami bertemu di Gereja, mendadak ak teringat uwet2an kertas itu, mendadak aku ingat rasa penasaranku waktu itu. Ingin aku tanyakan masalah itu padanya, tapi ak urungkan niatku itu. Melihat senyumnya, tawa hangatnya, celoteh manja khas kotanya, dan berbagai emosi2 kecil khas anak seusianya langsung kembali meyakinkan aku bahwa pasti tidak setragis itu nasib anak ini. aku yakin.


"Teman..

Terima kasih telah menerimaku ditempat ini, kalian semua kakak2ku. Kakak2 yang belum genap 1 tahun aku kenal. Kakak2 yang suka mengejek adik kecilnya yang merengek ini. Ntah kalian mau bilang mau nganter galon kemana mas? (ketika ak memboncengmu), ambil beras darimana mas? (ketika aku mbonceng mtrmu) ak ga akan pedulikan itu, ak menikmati semua ini karena kalian kakakku. Lebih baik kalian yang seperti ini dari pada kalian yang melihat iba karena pengalaman hidupku. Mungkin dengan posturku ini kalian bisa mengejek'ku, tp itu selalu aku anggap sebagai ungkapan kedekatan kalian padaku, walo kalian menghujat, aku yakin kalian selalu memperhatikan aku. Aku janji, bukan tangis maupun ungkapan dendam akan jalan hidupku yang kalian lihat dariku, tapi senyum adik yang selalu merengek manja pada kakaknya. Aku janji"


Sebuah tulisan berbingkai orek2an spidol warna-warni khas anak kecil itu muncul di sebuah mading di greja. Ak terhenyak ketika membacanya siapa penulisnya, dengan judul "Janjiku Pada Kakak'ku". Seketika aku membodohkan diriku sendiri, seketika aku tersadar atas semua sikap ketusku pada anak itu selama ini, seketika aku tersadar atas semua gunjingan dan tanda tanyaku pada anak itu selama ini. Dalam hati ku saat ini hanya kata "maaf" yang ingin terucap dari bibirku...!

Sekarang aku tau kenapa kertas itu diuwet2nya...

Ternyata bukan hujatan dan dendam akan beratnya hidup yang dijalaninya yang ingin dia nampakkan pada kami,namun senyum keceriaan dan peneriamaan atas semua perlakuan kami yang dia bingkai indah dalam hatinya....!



#Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tokoh, setting lokasi maupun alur cerita itu hanyalah kebetulan semata.

RTCB.

Best Regards,

Poet.