
Kado Natal berkisah tentang seorang gadis yang mendapat suatu Kado Natal terindah dari Tuhan atas doanya selama ini. Gadis itu bernama Pinan (Maria Asrining Pinanti). Selayaknya gadis seusianya, Pinan pun berharap memiliki sebuah cinta dalam hidupnya, cinta sejati yang mungkin dia nanti selama ini.
Kado Natal merupakan ungkapan bahagia Pinan saat ini, ketika Pinan telah merasa menemukan cinta yang dia cari selama ini. Cinta itu datang bersamaan dengan datangnya hari Natal yang menjadi Natal paling istimewa dalam hidup Pinan.
Kejadian-kejadian penuh kesan yang muncul menjelang natal seolah menghantarkan Pinan pada cinta yang dia tunggu selama ini. Kebersamaannya dengan Grey (Gregorius Putrantyono) yang awalnya biasa saja akhirnya menjadi sebuah hal istimewa yang membawa Pinan pada pertanyaan-pertanyaan “mungkinkah ini jawaban dari doaku?”, “mungkinkah lelaki ini cinta sejatiku?”. Seolah tak perlu jawaban lagi, benarlah bahwa akhirnya Pinan berpacaran dengan Grey.
Begitu cepat dan mudahnya cinta Pinan pada Grey justru membuat Pinan melanjutkan pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya. “Benarkah lelaki ini bisa membimbingku?”. “Benarkah Tuhan yang mengirim cinta ini?”. Dan lagi-lagi seolah tak perlu jawaban Pinan mendapat jawaban akan pertanyaan-pertanyaan itu ketika Grey mengajak pinan untuk membuat sepasang cincin yang disebutnya “4P” yang berarti cincin “pengingat, penanda, pengobat dan pemantap” cinta mereka.
Film ditutup dengan perayaan natal bersama Pinan dan Grey di suatu Gereja, dan malam itu juga “sebuah cincin suci” tersemat di jari manis Pinan. Dengan bangga pula pada malam itu Pinan menuliskan sebuah kalimat di twitternya “SELAMAT NATAL. NATAL YANG SANGAT MESRA! “.
***
Berikut tadi adalah sinopsis sebuah film karya "Pipu Production", yang diangkat dari Novel karya Budhul dengan Judul yang sama. Kado Natal, demikian Judul Novel tadi. Dengan setting sebuah Desa kecil di sebelah barat kota Jogja, film ini berkisah tentang kisah cinta dua anak manusia yang sedang belajar dan menemukan karya-karya Tuhan dalam kebersamaan mereka. Memperkenalkan Maria Asrining Pinanti sebagai Pinan dan Gregorius Putrantyono sebagai Grey, OMK St. Th. Sedayu sebagai sahabat sejati tokoh utama. Banyak kejadian seru dan aneh yang menyertai percintaan tokoh dalam film ini. Pinan mau menerima Grey dengan segala kekurangannya, tak pernah menginginkan Grey lebih dari apa adanya Grey karena cinta Pinan terasa sempurna dengan Grey yang selalu menerima kekurangan Pinan pula. Masa lalu Pinan, masa lalu Grey semua akan terungkap pada film ini, dimana semua hal tadi justru menguatkan dan memantapkan cinta mereka. Dalam film ini Grey berkata "Belajarlah menerima ketidaksempurnaan, karena dengan itu semua hal baik akan menyertainya." Seandainya sudah jadi film ini sangat layak ditonton, dengan film ini banyak fakta2 cinta yang akan terungkap, karya2 Tuhan dalam penyertaannya dan sebuah pemaknaan dari kalimat "semua indah pada waktunya".
~Just Believe in God & Say Thanks Always ~
Thx & RTCB....
Best Regards,
Poe-T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar