Entri Populer
-
By. PoeT "neng kene sagita asolole (asolole) adoh-adoh aku tekan pace sagita ayo diamanke yen wes aman joged asolole.." ......... ...
-
By. Poet "Ingin ku tuliskan ceritaku ini di dinding kamar kalian agar kalian tau bahwa hidupku tidak seenak kalian, dan agar kalia...
-
Semua sedang serba salah di negeri ini. Mau berbuat baik dicurigai, berbuat buruk apalagi. Orang demo dimana-mana, orang berargumen dimana-m...
-
By. PoeT Hahaha.. Pagi ini ak melakukan survey tentang soto terenak di jogja dari segi harga dan rasa. Dari 10 responden, hampir smuanya ber...
-
Kado Natal berkisah tentang seorang gadis yang mendapat suatu Kado Natal terindah dari Tuhan atas doanya selama ini. Gadis itu bernama Pina...
-
By. PoeT Gemricik air hujan masih nyaring terdengar malam itu. Ketika dari kejauhan nampak olehku langkah ki Pilang yg tertatih tanpa alas k...
Jumat, 30 Maret 2012
Menuliskan judulnya aja jd susah..
Argument bejo baik, namun sanggahan iting pun tak kalah meyakinkan, bingung, resah, sudah menjadi makananku orang yang bodo, yang hanya bisa meyakini bahwa argumennya baik namun sanggahannya meyakinkan. Terus aku harus gimana? Percaya bejo atau iting?
Menteri john baik katanya, mau membuka tol, tidur dengan petani beralas tikar, makan growol ataupun tak menerima gaji dan lain sebagainya. Woooww keren, kukagumi dia, belum sebulan aku kagum dengannya, sudah ada gunjingan, ah di john Cuma pencitraan aja, dia di benci anak buahnya, karena dia disini begini namun sebenarnya ada hal lain yang bla bla bla… luntur sudah keyakinanku pada idolaku si john. Semua serba meyakinkan sehingga membuatku semakin ragu pada semua itu.
Ak yang bodoh ini harus kemana? Percaya A aku susah, percaya B juga tak enak. Mengidola A yang keren namun ternyata katanya dia tak baik juga. Belum lagi kalo memikir tetanggaku yang tukang sapu jalan itu, betapa susah hidupnya. Belum juga BBM naik kesusahannya uda berlipat. Biasanya dia hanya menyapu daun rontok atau serpihan kaca kecelakaan, akhir2 ini yang dia sapu haruslah bongkahan batu sisa pertempuran antara pejuang yang mengatasnamakan rakyat dan pejuang yang katanya membela rakyat. Makin seru pertempuran meraka, aku yakin derita si tetanggaku makin joOOss..
Walo bodoh, aku punya tipi, dimana disitu aku lihat namaku dipake, demi membelaku katanya dia menjajan di McBonal tapi ga usah bayar, karena tokonya katanya nakal, ikut merusak system. Apapula system, aku tak tau... Oalahhhhhh.. kemiskinanku ternyata bermanfaat juga ya untuk mereka, jadi aku patutlah bangga, setidaknya aku yang miskin ini masih bermanfaat.. bisa dipinjem namanya buat jajan gratis di restoran mewah itu.
Lelakon..
Ak tak tau sich apa artinya, tapi ya mendadak bibirku itu berucap begitu..
Bingung iya, yakin iya, ragu iya, miskin iya, kaya iya..
njur ke piye..?
Sambat sebut si tiwul diatas mungkin bisa sedikit menggambarkan betapa istimewa manusia itu. Ku sebut istimewa karena ini tak biasa, bisa saja banyak tiwul-tiwul yang lain yang bisa bersambat lebih keren, bisa sambat di media, dan bisa sambat di kantoran yang tentunya justru menjadi rejeki baginya. Tiwulku ini adalah tiwul murni yang hanya bisa sambat sebut pada hatinya sendiri karena dia tak mampu bersambat pada orang lain, mungkin dia yakin dia akan kalah debat dengan jenius2 dan master2 itu. Namun tiwul yang bodoh ini murni mengatakan rasa yang dia lihat, dengar dan rasakan. Tiwul yang tak tau apa itu barel, tak tau apa itu lady gaga, akan selamanya menjadi tiwul murni yang bisa selalu yakin, bisa selalu ragu, bisa selalu miskin, bisa selalu kaya. Tiwul.. tiwul..
Selasa, 17 Januari 2012
"Kado Natal..."

Kado Natal berkisah tentang seorang gadis yang mendapat suatu Kado Natal terindah dari Tuhan atas doanya selama ini. Gadis itu bernama Pinan (Maria Asrining Pinanti). Selayaknya gadis seusianya, Pinan pun berharap memiliki sebuah cinta dalam hidupnya, cinta sejati yang mungkin dia nanti selama ini.
Kado Natal merupakan ungkapan bahagia Pinan saat ini, ketika Pinan telah merasa menemukan cinta yang dia cari selama ini. Cinta itu datang bersamaan dengan datangnya hari Natal yang menjadi Natal paling istimewa dalam hidup Pinan.
Kejadian-kejadian penuh kesan yang muncul menjelang natal seolah menghantarkan Pinan pada cinta yang dia tunggu selama ini. Kebersamaannya dengan Grey (Gregorius Putrantyono) yang awalnya biasa saja akhirnya menjadi sebuah hal istimewa yang membawa Pinan pada pertanyaan-pertanyaan “mungkinkah ini jawaban dari doaku?”, “mungkinkah lelaki ini cinta sejatiku?”. Seolah tak perlu jawaban lagi, benarlah bahwa akhirnya Pinan berpacaran dengan Grey.
Begitu cepat dan mudahnya cinta Pinan pada Grey justru membuat Pinan melanjutkan pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya. “Benarkah lelaki ini bisa membimbingku?”. “Benarkah Tuhan yang mengirim cinta ini?”. Dan lagi-lagi seolah tak perlu jawaban Pinan mendapat jawaban akan pertanyaan-pertanyaan itu ketika Grey mengajak pinan untuk membuat sepasang cincin yang disebutnya “4P” yang berarti cincin “pengingat, penanda, pengobat dan pemantap” cinta mereka.